LIDIK.ID , Bandar Lampung – Provinsi Lampung berhasil masuk ke 10 Besar Seleksi untuk semua kategori lomba Teknologi Tepat Guna (TTg) Skala Desa Tingkat Nasional. Kamis, (02/09).
Hal itu berdasarkan Surat dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT) tanggal 31 Agustus 2021 tentang Pemberitahuan Hasil Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Skala Desa Tingkat Nasional.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung Zaidirina mengungkapkan bahwa Lomba TTG tingkat nasional ini bermaksud untuk menggali potensi dan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan TTG serta menjaring teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah berkat arahan-arahan selama ini dari Bapak Gubernur, desa-desa di Lampung terus berbenah. Begitu juga Pemerintah Kabupaten/kota yang terus berupaya mendorong percepatan dalam mewujudkan kemandirian masyarakat,” ungkapnya.
Tiga kategori yang diperlombakan adalah sebagai berikut :
1. Kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna :
*Sistem Pengolah Diversifikasi Produk Berbasis Maggot*, Inovator Santoso dari Desa Sadar Sriwijaya Kec Bandar Sribhawono Kab. Lampung Timur.
2. Kategori Teknologi Unggulan :
*Mesin Pengolah Serba Guna*, Inovator Nurhadi dari Desa Batang Hari Kec. Rawa Pitu Kab. Tulang Bawang
3. Kategori Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Desa Berprestasi, *Posyantekdes Giri Mulyo Lestari* , dari Desa Giri Mulyo Kec Marga Sekampung Kab. Lampung Timur.
Lomba dengan tema “Pemanfaatan potensi sumber daya alam melalui pendayagunaan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan menuju desa berdaya saing” tersebut dilaksanakan secara daring dan digelar secara nasional.
Menurut Kementrian Desa PDTT, lomba tersebut dilaksanakan untuk Memberikan apresiasi kepada para pelaku/pencipta TTG, penggerak/ pelestari lingkungan.
Memasyarakatkan dan mempercepat alih teknologi atau metode kepada masyarakat untuk menumbuhkembangkan budaya berwirausaha dan kepedulian lingkungan.
Selain itu juga menambah pengetahuan dan wawasan Pemerintah, para pelaku TTG sendiri maupun masyarakat mengembangkan teknologi serta manfaatnya dalam rangka peningkatan mutu dan kuantitas produksi guna menggerakan ekonomi masyarakat.
Serta meningkatkan motivasi pengurus posyantek desa untuk meningkatkan kualitas dalam upaya memasyarakatkan teknologi tepat guna yang ada di desanya.
Pengumuman Pemenang Lomba Inovasi TTG, Lomba Kelembagaan Posyantek Desa Berprestasi dan Lomba Teknologi Unggulan tingkat nasional serta Lomba SDGs Desa akan dilaksanakan pada saat pembukaan Gelar TTG Nasional XXII yang direncanakan pada hari Senin (20/09).
(MYG)
Discussion about this post